Just another WordPress.com site

>

Ada baiknya sebelum kita memulai usaha perikanan, kita perlu mengetahui Tipe Pengairan yang akan kita gunakan pada kolam, hal itu dilakukan demi mengoptimalkan pemeliharaan ikan dalam kolam. Diharapkan, nantinya setelah mengetahu semua informasi tentang keadaan kolam kita, maka kita bisa memutuskan sebaiknya benih apa yang akan kita pelihara. Karena tidak semua jenis ikan cocok dengan keadaan kolam yang kita miliki. Pada dasarnya ada 3 tipe pengairan pada kolam, yaitu :

1. Kolam Air Deras : air mengalir cukup deras dgn debit lebih dari 5 liter/detik
2. Kolam Air Mengalir : air mengalir tapi tidak cukup deras, kurang dari 5 liter/detik
3. Kolam Air Tenang : air sama sekali tidak mengalir, hanya ditambah volumenya sesekali waktu.
1. Kolam Air Deras (debit lebih dari 5 liter/detik)
Sumber air yang masuk ke kolam maupun yang keluar dari kolam kita, cukup banyak, sehingga menciptakan aliran air yang cukup deras pada kolam. Ciri yang terlihat adalah air yang tampak selalu mengalir deras dari sumber masuk, tengah kolam hingga sumber keluar. Ukuran 5 liter / detik ini tidak bisa dijadikan ukuran pasti, karena sangat bergantung dengan ukuran kolam yang kita miliki. Artinya pada luas kolam 20 m2 dengan bentuk kolam elips, debit air 5 liter / detik itu sudah mampu menciptakan aliran yang deras, tetapi jika kita memliki luas kolam yang lebih besar, maka debit air yang masuk juga akan berbanding lurus.
Keuntungan kolam air deras, adalah
1. Supply oksigen terlarut berlimpah, sehingga kita bisa mengoptimalkan tingkat kepadatan ikan dalam kolam. Ikan-ikan yang termasuk cocok dibudidayakan di kolam air deras adalah patin, nila, mas dan bawal. Sedangkan gurame / gurami tidak begitu cocok di pelihara di kolam air deras, karena habitat aslinya adalah rawa yang pergerakan airnya cenderung tenang, tetapi memiliki tekanan yang besar.
2. Ikan penyuka aliran deras, memiliki kecenderungan selalu bergerak untuk melawan arus, sehingga pada kolam air deras, ikan tidak perlu diberi supplement penambah nafsu makan, karena mereka selalu bergerak maka lebih mudah lapar.
3. Jumlah makanan alami yang berupa plankton dan hewan renik yang terbawa masuk sangat tinggi, sehingga dapat menambah supply makanan.
Kelemahannya,
1. Jumlah pakan yang di tebar lebih banyak dari kolam tipe lain, karena pada kolam air deras, ikan membutuhkan lebih banyak kalori untuk berenang melawan arus.
2. Jenis ikan yang di tebar lebih terbatas pada ikan-ikan penyuka aliran deras.
3. Derasnya arus juga membuat makanan alami yang berupa palnkton dan hewan renik tidak bisa berkembang biak dengan baik.
2. Kolam Air Mengalir (debit kurang dari 5 liter /detik)
Pada kolam dengan tipe pengairan seperti ini, arus yang terjadi di dalam kolam tidak terlalu deras, sehingga tidak menimbulkan riak air yang besar dalam kolam. Cirinya adalah, terlihat arus air pada saluran masuk, kemudian cenderung tenang pada tengah kolam dan tidak terlalu terlihat arus air pada saluran keluar air.
Keuntungan kolam air mengalir adalah
1. Hampir semua ikan air tawar dapat dikembang biakkan di tipe kolam ini, mulai dari ikan penyuka aliran deras (patin, nila, mas, bawal) hingga ikan penyuka aliran tenang (gurami / gurame dan lele).
2. Jumlah pakan yang diberikan tidak perlu berlebih, karena ikan tidak mengeluarkan extra kalori untuk berenang melawan arus.
3. Penggunaan sumplement penambah nafsu makan pada ikan masih pada batas kecil, atau bisa dikatakan, belum perlu diberikan.
4. Berlimpahnya makanan alami berupa plankton dan hewan renik yang terbawa arus masuk dan berkembang biak di dalam kolam.
Kelemahannya,
1. Padat tebar pada air mengalir kurang bisa optimal seperti pada kolam air deras.
2. Karena hampir semua jenis ikan dapat berkembang biak dengan baik pada kondisi kolam tipe ini, maka resiko melimpahnya ikan kompetitor maupun predator yang secara liar masuk ke dalam kolam akan lebih besar.
3. Kolam Air Tenang (air sama sekali tidak mengalir)
Kolam air yang dimaksud adalah kolam yang memiliki sumber air keluar -masuk pada kolam dengan sangat terbatas, atau kolam yang hanya diisi satu kali pada awal penebaran hingga masa panen. Penambahan volume air yang dilakukan dilakukkan sesekali hanya untuk mempertahankan volume air minimum pada kolam. Keadaaan ini sangat berbeda dengan kolam karamba di rawa atau danau yang tenang (tidak ada arus). untuk kolam karamba akan dibahas pada kesempatan lain.
Kelemahannya,
1. Memiliki supply oksigen terlarut yang sangat terbatas, sehingga padat penebaran juga harus dibatasi.
2. Jenis ikan yang dipelihara sangat terbatas, hanya lele dan gurami / gurame, karena kedua ikan ini mampu mengambil oksigen dari udara dan membawa masuk ke dalam air sehingga
menjadi oaksigen yang terlarut dalam air.
3. Padat penebaran ikan lele lebih banyak dari pada ikan gurami, karena lele tidak memiliki sisik yang dapat terkelupas seperti pada gurami, ketika ikan dalam kolam terlalu padat.
4. Kurang tersedianya pakan alami berupa plankton dan hewan renik yang biasanya ikut masuk bersama sumber air.
5. kurangnya oksigen terlarut akan mengurangi nafsu makan ikan, sehingga perlu ditambah supplement penabah nafsu makan.
6. Tidak adanya saluran air masuk dan keluar selama masa pembesaran, membuat racun dan amonia dari sisa makanan dan kotoran tidak dapat terbuang keluar, hal ini dapat meracuni ikan jika tidak rajin untuk menyedot (sifon) sisa makanan dan kotoran dari dasar kolam.
Meskipun terlihat lebih banyak kelemahan dan keterbatasan pada jenis ikan yang dipelihara, sebenarnya kolam air tenang juga memiliki keuntungan, yaitu
1. Tidak selalu bergantung pada sumber air yang mengalir masuk dalam kolam, sehingga siapapun dapat membuat kolam air tenang tanpa harus mempertimbangankan lokasi yang dekat dengan aliran sungai atau sumber air lainnya.
Anda bisa membuat kolam air tenang di belakang rumah, maupun di tengah perkebunan yang jauh dari aliran sungai. Inilah keuntungan terbesar dari kolam air tenang.
2. Minimnya ikan kompetitor dan predator pada kolam, karena tidak mampu beradaptasi dengan oksigen terlarut yang terbatas.
NOTE
Kolam air deras dan air mengalir juga dapat diciptakan tanpa harus memiliki kolam dengan sumber air yang melimpah, yaitu dengan menciptakan simulasi arus pada kolam. sehingga sebutan yang lebih cocok adalah KOLAM ARUS DERAS dan KOLAM ARUS MENGALIR.
Pada kolam air deras, arus yang tercipta adalah arus alami dari masuk dan keluarnya air di dalam kolam melalui sumber air. Besar kecilnya arus yang tercipta bergantung dari debit air yang masuk dalam kolam dan luas kolam yang kita miliki. Sedangkan pada kolam arus deras, arus diciptakan dengan cara membuat sirkulasi air pada kolam.
Kedua tipe kolam ini sama-sama memiliki oksigen terlarut dengan jumlah yang melimpah, namun hal lain yang membuat perbedaan adalah, pada kolam air deras, sumber pakan alami yang berupa plankton dan hewan renik yang masuk ke dalam kolam juga melimpah, sedangkan pada kolam arus deras, sumber pakan alami sangat terbatas, karena hanya air yang sama yang selalu diputar di dalam kolam.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: