Just another WordPress.com site

Archive for the ‘Budidaya Ikan’ Category

>Cara Mudah Membudidaya Ikan Nila

>

Ikan nila adalah ikan yang hanya dapat hidup pada air hangat. Ikan nila ini berasal dari Afrika dan diperkenalkan di Indonesia sekitar 30 tahun oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT). Budidaya ikan nila dapat dipelihara pada kolam, danau, sungai yang berada di desa atau luar kota yang airnya bersih.

Jenis nila yang masuk ke Indonesia pertama kali adalah jenis oreochromis niloticus dan nila jenis mozambigue atau lebih dikenal dengan mujair. Jenis nila ini banyak di sebarkan oleh BBPBAT ke seluruh tanah air.
Keuntungan dari budidaya nila adalah kemampuan untuk bereproduksi cukup tinggi. Antara 2-3 bulan dari bibit, ikan nila sudah dewasa dan dapat menghasilkan telur setiap bulan satu kali. Sifat ikan nila yang cepat menghasilkan anak ikan, menyebabkan kelebihan populasi ikan nila dalam kolam, yang berdampak pada pertumbuhan ikan yang lambat. Hal ini dapat dilihat bada saat panen ikan nila, ukuran ikan nila terdapat berbagai ukuran dari ikan kecil-kecil, sedang, dan besar.
Ikan nila jantan akan terlihat lebih besar dari ikan nila betina. Menurut BBPBAT perbedaan pertumbuhan ikan nila jantan dan nila betina selisih 40%. Lambatnya pertumbuhan betina di karenakan sifat alaminya untuk menghasilkan anan-anak ikan.
Yang Perlu Dicatat
1. Ikan Nila Bertelur saat suasana teduh dan gelap, biasanya hanya ada di musim hujan, atau musim panas dengan cara menutup kolam dengan gedek.
2. Saat memberi pakan, perhatikan gerak Ikan, Jika air bening, akan ada salah satu ikan atau beberapa yang tidak ikut makan, segera ambil menggunakan jaring
3. Dapat dipastikan jika itu adalah induk nila betina yang sedang menjaga larva dalam mulutnya sampai ukuran cukup besar untuk dibiarkan oleh induknya. Reproduksi ini terjadi pada kolam air tanah atau kolam semen yang airnya tenang dan jernih.
4. Kalau saat dijaring ikan tidak memuntahkan larvanya, paksa keluar telur yang ada dalam mulutnya dan letakkan di tempat lain (akuarium misalnya) dan biarkan telur2 tersebut menetas dengan sendirinya
5. Setelah 2 hari larva atau telur tersebut akan menjadi ikan kecil2 yang anyak jumlahnya, guakan filter/ aerator dengan efek arus untuk membuat ikan cepat besar
Budidaya ikan nila di jaring apung dan air deras dapat mengurangi reproduksi ikan kecil, karena proses pemijahan sulit untuk dilakukan, sehingga telur-telur ikan nila betina akan hanyut dan tidak adanya tempat yang tenang untuk jantan membuat sarang dan membuahi telur-telur nila.
Untuk memproduksi nila yang cepat besar yaitu nila jantan dapat dilakukan beberap hal:
Pertama, memisahkan anak nila jantan untuk dipersiapkan dalam pembesaran. Hal ini tidak mudah karena tidak efesien dalam jumlah yang banyak dan umumnya pembudidaya ikan kurang mengenal mana jenis betina dan jantan.
Kedua, melakukan kawin silang untuk mendapatkan jenis induk yang bisa menghasilkan anak ikan jantan. Tehnik ini dilakukan dengan penelitian yang seksama dan ujicoba yang tidak mudah. Memerlukan peralatan yang canggih, melalui test laboratorium untuk mempelajari hormon XX yaitu betina dan XY jantan.
Ketiga, cara yang paling mudah dan sedikit mahal yaitu dengan metode mengubah jenis betina menjadi jantan dengan mengunakan hormone sex reversal pada larva ikan nila. Cara ini banyak digunakan dalam budidaya monoculture karena dapat praktekkan oleh siapa saja.

>Sebelum Menjalankan Budi Daya Ikan Nila

>

Sebelum menjalankan usaha nila, sebaiknya mempelajari semua hal untung dan rugi. Anda harus melihat situasi dan kondisi di tempat rencana usaha yang akan di jalankan; lokasi, transportasi, kolam, sumber air; suha air panas atau dingin, pakan tersedia cukup di sekitar anda. Misalnya usaha nila anda mungkin kurang berhasil jika suhu air di kolam anda di bawah 20 derajat celcius ikan anda akan tumbuh namun sangat lambat dan tentu ini akan merugikan dari segi produksi. Suhu yang dingin tentu tidak cocok untuk nila.

Air juga merupakan sarana yang penting dalam pemeliharaan ikan nila. Apakah sumber air dekat sungai? Dan apakah sungainya bersih dan airnya tersedia meski pada musim kemarau? Jika itu tersedia cukup, jalankan usaha nila anda.
Tapi bagaimana dengan kolam yang sumber airnya mata air? Ini juga bisa namun kendalannya air tidak cepat berganti, akan selalu keruh jika sumber airnya kecil dan ikan di kolamnya banyak. Bagaimana dengan air hujan? Mengharapkan usaha nila dengan kolam air hujan tidaklah cocok.
Danau merupakan alternative yang baik atau waduk. Pada danau alami resikonya sering juga terjadi bencana alam. Resikonya ikan akan mati jika suhu air dan kandungan belerangnya tinggi sewaktu-waktud dan ini terjadi hanya dalam semalam dan ikan tiba-tiba semua mati. Bencana terjadi 1-3 tahun sekali. Namun ini jarang terjadi pada danau buatan atau waduk.
Budidaya ikan di danau atau waduk tentu mengunakan sistem jaring apung. Produksi lebih produktif, lebih mudah penanganan pemberian pakan dan panen. Keuntungan dari sistem ini adalah hasil panen lebih merata, karena Pembesaran biasanya dari bibit yang sama besar dan pertumbuhan ikan cenderung sama antara nila jantan dan nila betina. Sistem jaring apung tidak memungkinkan nila betina untuk bereproduksi karena tidak ada tempat atau sarang untuk membuahi telur dari ikan betina sehingga telurnya akan hanyut keluar jaring atau menjadi makanan ikan nila yang lain.
Tidak seperti pemeliharaan dengan kolam umunya, dari tanah, atau beton. Pemeliharaan sistem kolam biasanya akan menghasilkan ikan nila yang ukuran berbeda-beda. Ada yang besar, sedang, kecil. Cara ini kurang menguntungkan dan bahkan akan merugi. Dari segi jumlah ikan memang bertambah namun jumlah yang akan di pasarkan akan berkurang sampai 40%. Sebuah gambaran lebih baik. Jika anda memelihara 100 ekor dalam jaring apung mungkin anda akan panen kembali 100 ekor dalam 90 hari kemudian, dengan bobot perekor yang sama. dan anda dapat menjual semuanya sekaligus. Dan anda dapat melihat langsung untung ruginya.
Bibit ikan nila
Namun, dalam kolam biasa tanah 100 ekor anda lepas, 90 hari kemudian jumlahnya sudah ribuan termasuk nila sedang dan kecil. Namun ukuran besar yang harus masuk pasar hanya ikan jantan. Dan ikan betina belum cukup besar untuk di jual. Perkiraan kasar jika benih yang ditebar bukan dari jenis monoculture maka selisih jantan dan betina akan 50:50 (50 jantan 50 betina) sehingga yang dapat anda jual hanya 50 ekor. Sudah pasti disinilah kerugian kebanyakan para petani. Biaya pakan yang mahal tidak menutup produksi penjualan. Mereka berpikir mereka untung karena ikan bertambah. Ya..memang ikan bertambah tapi tidak menambah penjualan segera untuk menutupi biaya produksi.
Ikan jantan bertumbuh 40% lebih cepat dari betina, jika betina sampai bereproduksi (beranak). Saat betina menghasilkan telur dan larva saat itu ikan nila betina tidak bertumbuh karena dia tidak makan pada saat bereproduksi. Nila betina menjaga larva dalam mulutnya sampai larva sudah cukup besar untuk di biarkan oleh induknya. Jelas bahwa budidaya ikan nila dengan sistem jaring atau jaring apung lebih menguntungkan dibandingkan dengan pemeliharaan tradisional kolam.
Bagaimana cara membesarkan ikan di kolam agar bisa mendapatkan untung? Besarkan nila dikolam air deras sehingga nila betina terganggu untuk berproduksi anak ikan nila. Atau, panen nila sebelum usia dewasa, sebelum nila menghasilkan telur. Resikonya ukuran nila belum bisa dipasarkan karena ukurannya terlalu kecil, 100-125 gram per-ekor. Atau panen nila setelah bertelur dengan ukuran yang cukup besar dan anak ikan masih berukuran 3 cm.
Perbedaan pertumbuhan ikan nila jantan dan nila betina
Jenis nila GIFT dewasa mulai pada bobot 100-125 gram/ekor. Setelah bertelur, sebulan kemudian bisa mencapai 200 gram. 200 gram/ekor sudah layak dikonsumsi.
Apa yang anda perlu lakukan untuk membudidaya nila agar terhindar dari kerugian. Ada beberapa hal: pembesaran dapat dilakukan pada air deras, pembesaran monoculture (satu jenis kelamin saja biasanya jantan semua), pembesaran system jaring, panen sebelum nila betina bereproduksi, atau setelah bereproduksi anak ikan nila.

Sumber: ikannila.com

>Tipe Pengairan Pada Kolam Pemeliharaan Ikan

>

Ada baiknya sebelum kita memulai usaha perikanan, kita perlu mengetahui Tipe Pengairan yang akan kita gunakan pada kolam, hal itu dilakukan demi mengoptimalkan pemeliharaan ikan dalam kolam. Diharapkan, nantinya setelah mengetahu semua informasi tentang keadaan kolam kita, maka kita bisa memutuskan sebaiknya benih apa yang akan kita pelihara. Karena tidak semua jenis ikan cocok dengan keadaan kolam yang kita miliki. Pada dasarnya ada 3 tipe pengairan pada kolam, yaitu :

1. Kolam Air Deras : air mengalir cukup deras dgn debit lebih dari 5 liter/detik
2. Kolam Air Mengalir : air mengalir tapi tidak cukup deras, kurang dari 5 liter/detik
3. Kolam Air Tenang : air sama sekali tidak mengalir, hanya ditambah volumenya sesekali waktu.
1. Kolam Air Deras (debit lebih dari 5 liter/detik)
Sumber air yang masuk ke kolam maupun yang keluar dari kolam kita, cukup banyak, sehingga menciptakan aliran air yang cukup deras pada kolam. Ciri yang terlihat adalah air yang tampak selalu mengalir deras dari sumber masuk, tengah kolam hingga sumber keluar. Ukuran 5 liter / detik ini tidak bisa dijadikan ukuran pasti, karena sangat bergantung dengan ukuran kolam yang kita miliki. Artinya pada luas kolam 20 m2 dengan bentuk kolam elips, debit air 5 liter / detik itu sudah mampu menciptakan aliran yang deras, tetapi jika kita memliki luas kolam yang lebih besar, maka debit air yang masuk juga akan berbanding lurus.
Keuntungan kolam air deras, adalah
1. Supply oksigen terlarut berlimpah, sehingga kita bisa mengoptimalkan tingkat kepadatan ikan dalam kolam. Ikan-ikan yang termasuk cocok dibudidayakan di kolam air deras adalah patin, nila, mas dan bawal. Sedangkan gurame / gurami tidak begitu cocok di pelihara di kolam air deras, karena habitat aslinya adalah rawa yang pergerakan airnya cenderung tenang, tetapi memiliki tekanan yang besar.
2. Ikan penyuka aliran deras, memiliki kecenderungan selalu bergerak untuk melawan arus, sehingga pada kolam air deras, ikan tidak perlu diberi supplement penambah nafsu makan, karena mereka selalu bergerak maka lebih mudah lapar.
3. Jumlah makanan alami yang berupa plankton dan hewan renik yang terbawa masuk sangat tinggi, sehingga dapat menambah supply makanan.
Kelemahannya,
1. Jumlah pakan yang di tebar lebih banyak dari kolam tipe lain, karena pada kolam air deras, ikan membutuhkan lebih banyak kalori untuk berenang melawan arus.
2. Jenis ikan yang di tebar lebih terbatas pada ikan-ikan penyuka aliran deras.
3. Derasnya arus juga membuat makanan alami yang berupa palnkton dan hewan renik tidak bisa berkembang biak dengan baik.
2. Kolam Air Mengalir (debit kurang dari 5 liter /detik)
Pada kolam dengan tipe pengairan seperti ini, arus yang terjadi di dalam kolam tidak terlalu deras, sehingga tidak menimbulkan riak air yang besar dalam kolam. Cirinya adalah, terlihat arus air pada saluran masuk, kemudian cenderung tenang pada tengah kolam dan tidak terlalu terlihat arus air pada saluran keluar air.
Keuntungan kolam air mengalir adalah
1. Hampir semua ikan air tawar dapat dikembang biakkan di tipe kolam ini, mulai dari ikan penyuka aliran deras (patin, nila, mas, bawal) hingga ikan penyuka aliran tenang (gurami / gurame dan lele).
2. Jumlah pakan yang diberikan tidak perlu berlebih, karena ikan tidak mengeluarkan extra kalori untuk berenang melawan arus.
3. Penggunaan sumplement penambah nafsu makan pada ikan masih pada batas kecil, atau bisa dikatakan, belum perlu diberikan.
4. Berlimpahnya makanan alami berupa plankton dan hewan renik yang terbawa arus masuk dan berkembang biak di dalam kolam.
Kelemahannya,
1. Padat tebar pada air mengalir kurang bisa optimal seperti pada kolam air deras.
2. Karena hampir semua jenis ikan dapat berkembang biak dengan baik pada kondisi kolam tipe ini, maka resiko melimpahnya ikan kompetitor maupun predator yang secara liar masuk ke dalam kolam akan lebih besar.
3. Kolam Air Tenang (air sama sekali tidak mengalir)
Kolam air yang dimaksud adalah kolam yang memiliki sumber air keluar -masuk pada kolam dengan sangat terbatas, atau kolam yang hanya diisi satu kali pada awal penebaran hingga masa panen. Penambahan volume air yang dilakukan dilakukkan sesekali hanya untuk mempertahankan volume air minimum pada kolam. Keadaaan ini sangat berbeda dengan kolam karamba di rawa atau danau yang tenang (tidak ada arus). untuk kolam karamba akan dibahas pada kesempatan lain.
Kelemahannya,
1. Memiliki supply oksigen terlarut yang sangat terbatas, sehingga padat penebaran juga harus dibatasi.
2. Jenis ikan yang dipelihara sangat terbatas, hanya lele dan gurami / gurame, karena kedua ikan ini mampu mengambil oksigen dari udara dan membawa masuk ke dalam air sehingga
menjadi oaksigen yang terlarut dalam air.
3. Padat penebaran ikan lele lebih banyak dari pada ikan gurami, karena lele tidak memiliki sisik yang dapat terkelupas seperti pada gurami, ketika ikan dalam kolam terlalu padat.
4. Kurang tersedianya pakan alami berupa plankton dan hewan renik yang biasanya ikut masuk bersama sumber air.
5. kurangnya oksigen terlarut akan mengurangi nafsu makan ikan, sehingga perlu ditambah supplement penabah nafsu makan.
6. Tidak adanya saluran air masuk dan keluar selama masa pembesaran, membuat racun dan amonia dari sisa makanan dan kotoran tidak dapat terbuang keluar, hal ini dapat meracuni ikan jika tidak rajin untuk menyedot (sifon) sisa makanan dan kotoran dari dasar kolam.
Meskipun terlihat lebih banyak kelemahan dan keterbatasan pada jenis ikan yang dipelihara, sebenarnya kolam air tenang juga memiliki keuntungan, yaitu
1. Tidak selalu bergantung pada sumber air yang mengalir masuk dalam kolam, sehingga siapapun dapat membuat kolam air tenang tanpa harus mempertimbangankan lokasi yang dekat dengan aliran sungai atau sumber air lainnya.
Anda bisa membuat kolam air tenang di belakang rumah, maupun di tengah perkebunan yang jauh dari aliran sungai. Inilah keuntungan terbesar dari kolam air tenang.
2. Minimnya ikan kompetitor dan predator pada kolam, karena tidak mampu beradaptasi dengan oksigen terlarut yang terbatas.
NOTE
Kolam air deras dan air mengalir juga dapat diciptakan tanpa harus memiliki kolam dengan sumber air yang melimpah, yaitu dengan menciptakan simulasi arus pada kolam. sehingga sebutan yang lebih cocok adalah KOLAM ARUS DERAS dan KOLAM ARUS MENGALIR.
Pada kolam air deras, arus yang tercipta adalah arus alami dari masuk dan keluarnya air di dalam kolam melalui sumber air. Besar kecilnya arus yang tercipta bergantung dari debit air yang masuk dalam kolam dan luas kolam yang kita miliki. Sedangkan pada kolam arus deras, arus diciptakan dengan cara membuat sirkulasi air pada kolam.
Kedua tipe kolam ini sama-sama memiliki oksigen terlarut dengan jumlah yang melimpah, namun hal lain yang membuat perbedaan adalah, pada kolam air deras, sumber pakan alami yang berupa plankton dan hewan renik yang masuk ke dalam kolam juga melimpah, sedangkan pada kolam arus deras, sumber pakan alami sangat terbatas, karena hanya air yang sama yang selalu diputar di dalam kolam.

>Jenis Kolam Ikan Berdasarkan Bahan Pembuatannya

>

Pada dasarnya, pembuatan kolam ikan dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Pada Lahan Sempit ataukan lahan luas. Untuk membuatnya pun kita bisa menyeruaikan dengan keadaan keuangan dan tingkat pengetahuan seseoran. Karena masing masing jenis kolam mempunyai kelebihan dan kelemahan sendiri. Adapun Jenis kolam yang populer hingga saat ini ada 3 tipe, yaitu:

1. Kolam Tanah (atau sawah)
2. Kolam Semen (atau media solid selain tanah)
3. Kolam Terpal (atau media elastis yang sejenis)
KOLAM TANAH (Sawah)
Kolam yang dimaksud adalah kolam yang dibuat dengan cara menggali tanah / sawah kemudian mengisinya dengan air. Kolam ini memiliki dinding dan dasar berupa tanah. Tipe kolam ini cukup banyak pemilihnya bahkan cenderung paling populer di kalangan petani ikan, karena pembuatannya cukup mudah dan sederhana, hanya menggali tanah dan mengisinya dengan air. Meskipun ada juga kolam tanah yang terjadi secara alami dan siap digunakan untuk memelihara ikan.
Meski demikian, pada perkembangannya, kolam tanah memiliki beberapa modifikasi. Misalnya memberikan lapisan batu pada dinding, atau lapisan pasir pada dasar kolam. Namun pada intinya, kolam tanah yang dimaksud adalah Kolam dimana air yang ada di dalamnya bersentuhan langsung dengan tanah bebas / bumi.
Keuntungan pada Kolam Tanah
1. Karena air bersentuhan langsung dengan tanah bebas, maka secara alamiah kadar Ph dan suhu akan diatur oleh alam, sehingga kontrol Ph dan suhu hampir tidak perlu dilakukan, kecuali pada kondisi-kondisi tertentu.
2. Biaya pembuatan yang relatif murah.
3. Kondisi kolam yang alami membuat pengkayaan pakan alami berupa plankton dan hewan renik lebih optimal.
4. Keadaan alami kolam yang mirip dengan habitat asli ikan, akan membuat daya hidup lebih tinggi.
Kelemahannya
1. Sangat bergantung dengan keadaan dan jenis tanah tempat membuat kolam. Jika tanah tersebut tidak sehat atau bahkan mengandung bahan/ zat yang berbahaya maka ekosistem pada kolam akan tergangu.
2. Diding atau dasar kolam yang terbuat dari tanah akan lebih rawan longsor dan terkikis air, juga dapat menjadi sarang bagi predator dan kompetitor alami, seperti kepiting, udang, lele liar, ikan gabus, belut dan sidhat.
3. Pada cuaca ekstrim, seperti hujan terus menerus, kontrol pada kolam dan air akan lebih sulit.
4. Proses pengeringan kolam yang memakan waktu cukup lama (antara 2-5 hr).
5. Keadaan alami kolam membuat predator alami lebih nyaman untuk berkunjung, seperti katak, ular, lingsang, dan burung.
6. Keadaan kolam yang lebih rendah dari ketinggian air, kadang akan mempersulit sirkulasi air dan pengeringan kolam.
7. Perawatan kolam ekstra untuk mengatasi dinding terkikis, penambalan lubang, pengangkatan endapan tanah.
KOLAM SEMEN (atau media solid selain tanah)
Kolam jenis ini adalah kolam yang pada umumnya dibuat karena keadaan tanah / lingkungan tidak memungkinkan atau kurang sesuai untuk dibuat kolam, atau dikerenakan sistem pemeliharaan yang dipilih. Sebutan yang lebih tepat sebenarnya adalah KOLAM SOLID, karena kolam ini secara keseluruhan baik dinding maupun dasar kolam terlapisi bahan solid yang kedap air, seperti : semen, batu cetak, fiber, kaca ataupun logam anti karat. Air di dalam kolam ini tidak bersentuhan langsung dengan tanah bebas / bumi.
Keuntungan kolam semen
1. Sistem pengairan dapat dibuat dengan baik, untuk memaksimalkan sirkulasi air, pengeringan kolam dan juga perawatan.
2. Kolam tidak mudah rusak, terkikis maupun berlubang (karena adanya hewan yang bersarang di dinding / dasar kolam).
3. Perawatan kolam yang lebih mudah dan murah.
4. Efisiensi tempat dengan pembuatan dinding antar kolam (jika memiliki lebih dari 1 kolam) yang lebih tipis, namun kuat menahan tekanan air.
5. Memungkinkan untuk membangun kolam dengan ketinggian di atas rata-rata air, dengan pembuatan dinding extra.
6. Ukuran kolam yang lebih tepat, presisi dan lebih flexible dalam bentuk, sesuai dengan kebutuhan.
7. Proses pengeringan kolam lebih cepat (1-2 hari).
8. Mencegah predator dan kompetitor alami bersarang di dalam kolam secara permanent.
Kelemahannya
1. Keadaan tidak alami ini membuat kita harus rajin mengontrol Ph dan suhu air dalam kolam. Meskipun pada kasus-kasus tertentu, kolam solid bisa mengatur sendiri Ph dan suhu yang alami.
2. Pertumbuhan plankton dan hewan renik pada kolam solid tidak dapat mencapai tingkat optimal dikarenakan media yang tidak alami.
3. Biaya pembuatan kolam yang relatif mahal.
4. Daya hidup pada kolam semen lebih rendah dari kolam tanah.
5. Pertumbuhan ikan relatif lebih lambat dari kolam tanah, dan tingkat stress pada ikan lebih tinggi.
KOLAM TERPAL (atau media lain yang sejenis)
Pengembangan dan penggunaan kolam terpal relatif masih baru, dibanding dengan keberadaan kolam tanah dan kolam solid yang sudah bermula dari abad sebelum masehi. Kolam Terpal mulai menjadi pilihan alternatif dan bahkan menjadi pilhan favorit saat pembuatan kolam tanah maupun kolam solid tidak mungkin dilakukan karena kondisi-kondisi tertentu.
Sebagai contoh, jika tanah tempat kita akan membuat kolam adalah jenis berpasir (mirip di pantai).Maka tidak memungkinkan bagi kita membuat kolam tanah, karena air akan terus terserap oleh pasir. tetapi untuk membuat kolam semen biaya produksinya terlalu mahal, maka pilihan akan jatuh pada Kolam Terpal.
Kolam ini biasanya dibuat dengan cara menggali tanah seperti pada kolam tanah, tetapi kemudian secara keseluruhan, baik dinding maupun dasar kolam dilapisi (ditutup) dengan terpal maupun bahan elastis lain yang kedap air.
Meski demikian ada juga kolam terpal yang dibuat dengan modifikasi sistem kolam tanah dengan kolam semen. Misalnya kolam berdinding semen (batako) dengan dasar tanah, kemudian dilapis dengan terpal. Ada juga kolam berdinding terpal yang disangga dengan kerangka dari kayu maupun logam.
Keuntungan kolam terpal
1. Biaya pembuatan yang relatif murah.
2. Perawatan yang mudah dan murah.
3. Tingkat flexibilitas keberadaan dan penempatan kolam yang tinggi (memungkinkan untuk dipindah, disesuaikan dengan luas lahan, dan ditempatkan di hampir semua lokasi).
4. Meminimalisir keberadaan dan memudahkan kontrol terhadap predator dan kompetitor alam.
5. Proses pengeringan kolam yang cepat (1-2jam).
Kelemahan
1. Sama seperti pada kolam semen, Ph dan Suhu menjadi fokus dalam pemeliharaan pada kolam terpal. Ada beberapa teknik untuk kolam terpal dalam mengatur suhu air, salah satunya adalah pemberian sekam (kulit padi), atau serbuk gergaji pada dasar kolam sebelum ditutup terpal.
2. Plankton dan hewan renik akan sulit berkembang pada kolam terpal, dikarenakan miskinnya unsur hara yang menjadi media berkembangnya plankton / hewan renik.
3. Tingkat keawetan kolam yang rendah bila dibandingkan kolam semen.
4. Bahan pelapis elastis yang dipilih, memungkinkan mengandung zat berbahaya bagi kehidupan makhluk air dan manusia.
5. Daya hidup ikan lebih rendah dibanding kolam tanah.
6. Ukuran kolam terpal hingga saat ini masih terbatas pada luas terpal yang tersedia di pasaran.
7. Jelas kita menambah jumlah polusi plastik dunia.. jangan lupa, sedikit lama-lama menjadi bukit.
Jika anda ingin membuat kolam, maupun mengembangkan kolam yang sudah ada, sekarang anda bisa memodifikasi sendiri, sesuai dengan keadaan lokasi, lingkungan dan dana dimiliki.
Hampir semua jenis ikan air tawar dapat dipelihara pada 3 jenis kolam ini, hanya saja akan ada penyesuaian-penyesuaian pada teknik pemeliharaan, sistem pengairan, bentuk dan ukuran kolam dan sumber airnya.
CATATAN
Kondisi alam / lingkungan yang terbuka dengan banyak sinar matahari akan lebih mengoptimalkan kesehatan kolam.
1. Membantu terjadinya fotositesis pada tanaman air sehingga memperkaya oksigen terlarut.
2. Membunuh parasit dan mencegah berkembangnya jamur.
3. Mempercepat pertumbuhan dan siklus hidup plankton dan hewan renik sebagai pakan alami.
4. Mengatur suhu air kolam sehingga tidak terlalu dingin. Air yg terlalu dingin akan menghambat pertumbuhan ikan, karena penggunaan kalori berlebih sebagai ekstra penahan dingin.
5. Penguapan gas amonia dan racun dalam kolam akan lebih cepat.

Awan Tag