Just another WordPress.com site

Archive for the ‘Timnas Indonesia’ Category

>Timnas U23 vs Timnas SENIOR, Bukti Kebodohan Nurdin Halid

>

Seperti biasanya, Timnas dibawah kepengurusan Nurdin Halid selalu melakukan KEBODOHAN yang berulang-ulang. Disaat negara2 lain berpacu untuk merebut tiket piala dunia 2014, timnas kita masih saja targetnya medali emas sea games.

Tidak jauh2, Negara “kecil” macam filipina saja mengincar PD 2014, begitupun Malaysia sudah menatap ke persiapan PD & sejanak melupakan sea games. Namun pengurus PSSI dibawah NH yang mungkin “ciut” nyalinya cuma mau berkutat di level ASEAN, Pra olympic saja cuma sekedar sparring untuk persiapan sea games bukan sasaran utama.
Kalau mau berbicara untuk bersaing merebut tiket PD 2014, sejak sekarang-lah harusnya timnas senior dibentuk mengingat waktu perhelatannya pun lebih dekat yaitu mulai pertengahan 2011 dibandingkan sea games yang baru digelar November 2011. Pembentukan timnas senior untuk PD harusnya lebih diperioritaskan pembentukannya dibanding sea games U23 karena lebih dekat waktunya.
Satu lagi KEBODOHAN kepemimpinan NH yang lagi2 diulang. Mereka menggabungkan pelatih timnas senior sekaligus pelatih U23 oleh 1 orang pelatih dalam moment yang berdekatan. Mereka seperti tidak belajar pada kegagalan timnas dibawah asuhan Ivan kolev yang heroik di piala asia 2007 dimana penampilan timnas kompak & atraktif, namun kembali hilang berantakan saat persiapan piala dunia 2010 karena kolev saat itu harus berbagi konsentrasi ke timnas sea games U23 pada saat hampir yang bersamaan. Alhasil kolev yang sudah menemukan formasi jitu 4-3-3 yang ciamik sebagai karakter timnas hilang begitu saja pasca pemecatan kolev & bahkan menjadi semakin “kacau” penampilan timnas ditangan penggantinya Bendol.
Kini kebodohan itu coba diulang lagi oleh PSSI. Moment-nya kali ini adalah pra olympiade & sea games (U23) dengan timnas senior PPD 2014. Jika timnas U23 sukses menggulung Turkmenistan (yang diatas kertas harusnya bisa,karena Turkmenistan bukan tim papan atas asia) maka akhir juni 2011 mereka harus tanding melawan sesama pemenang play off yang artinya berbenturan juga dengan jadwal Timnas senior untuk penyisihan PPD 2014 zona asia.
Apakah Redl mampu menangani kedua timnas (U23 & senior) sekaligus??..atau dia akan bernasib sama dengan kolev (harcur dua2nya timnas U23 & senior)..??.. yang artinya PSSI akan mengulangi kebodohan yang sama dengan tahun 2007 !!!..
Sepertinya keledai saja masih lebih pintar, tidak mau mengulang2 lagi kesalahan.
Kalau beginni terus kapan Timnas bisa berbicara di level asia bahkan dunia ????..

>Sebanyak 21 Pemain Muda Indonesia Terbang ke Uruguay

>

Uruguay semakin menjadi basis pembinaan pemain Indonesia. Sebanyak 21 pemain muda berusia di bawah usia 19 tahun dikirim ikut kompetisi di Uruguay. PSSI memberangkatkan 21 pemain muda ke Uruguay untuk berlatih dan mengikuti kompetisi di negara tersebut. Sehingga nantinya akan menjadi 40 pemain yang berguru di Uruguay.

“Rombongan akan berangkat pada 23 Januari dini hari. Seluruh pemain terpilih akan berkumpul pada 20 Januari ini,” kata Manajer Timnas SAD Demis A. Djamaoeddin di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, para pemain muda ini akan mengikuti dua kompetisi usia muda yakni kompetisi Cuarta (U19) dan Quinta (U17) di Uruguay. Selain itu, para pemain akan masuk seleksi untuk penyisihan U19 AFC.
“Mereka tetap ditangani pelatih Cesar Payovich yang menentukan pemain sebelumnya dalam seleksi,” katanya. Rinciannya, menurut dia, 40 pemain yang terdiri atas 19 pemain yang tergabung pada tahun sebelumnya dan 21 pemain baru hasil seleksi.”Mereka tetap diterapkan dalam `open grup`,” katanya.
Menurut Demis, proses seleksi Uruguay project 2011 melibatkan 5.000 pemain muda kelahiran 1993, 1994 dan 1995 yang tersebar di 12 provinsi. Daerah yang dipantau adalah Medan, Padang, Palembang, Pangkal Pinang, Bandung, Jakarta, Semarang, Malang, Sidoarjo, Denpasar, Makassar, Ambon dan Jayapura. (Nto/yahoo.com)

>Misteri Angka 26 Dengan Kekalahan Timnas

>

Angka 26 nampaknya akan menjadi misteri tersendiri untuk Indonesia. Beberapa kejadian besar yang kebanyakan negatif selalu terjadi bertepatan dengan angka 26. Kejadian paling baru berkaitan dengan angka 26 adalah Kekalahan Timnas di Final Piala AFF lawan Malaysia.

Indonesia tumbang untuk pertama kalinya di ajang Piala AFF. Adalah Timnas Malaysia yang menumbangkan Sang Garuda malam ini di stadion nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur. Tahukah anda, dibalik kekalahan itu terdapat fakta menarik. Banyak pihak menilai kekalahan Indonesia tak lepas karena bertanding pada Minggu (26/12/2010).
Entah ini hanya fiksi atau omong kosong belaka. Atau dapat pula dikatakan hal ini adalah misteri dan fakta. Enam tahun silam, di tanggal dan bulan yang sama, yakni 26 Desember, Indonesia berduka. Provinsi Aceh dan sebagian daerah di Sumatra Utara dilanda bencana hebat, yakni Tsunami.
Ratusan ribu nyawa melayang akibat musibah ini. Tak terhitung berapa liter air mata yang mengalir sedih melihat Aceh porak-poranda gara-gara Tsunami. Selain Tsunami, fakta lain tentang angka 26 terjadi tahun 2006 silam. Tepatnya tanggal 26 Mei. Ya saat itu terjadi gempa yang menimpa Jogjakarta dan sekitarnya.
Bahkan, di tahun 2010 saja, ada tiga bencana yang berhubungan dengan angka 26. Pertama adalah gempa di Tasikmalaya 26 Juni lalu. Dan diteruskan dengan bencana kembar, tsunami di Mentawai serta meletusnya Gunung Merapi, 26 Oktober lalu. Dan kemenangan Malaysia atas Indonesia 3-0, juga terjadi di tanggal 26 Desember menjadi pamungkasnya.
Sebenarnya apa rahasia dibalik angka 26? Kalau dilihat sekilas, tentu angka ini biasa saja. Tapi banyak yang menganggap angka 26 adalah angka sial, bahkan dobel sial. Mengapa? Sebab 26 adalah hasil penjumlahan angka 13. Sebuah angka yang dinilai sebagai angka sial. Atau kalau Orang Jawa bilang, angka balak. Benarkah?
Hal itu hanyalah sekedar wacana buat kita saja, biarlah angka 26 tetap menjadi misteri tanpa harus digali lebih dalam. Jelas, kekalahan Timnas Indonesia lebih dikarenakan pada tehnik rahasia yang disuguhkan tim malaysia untuk Timnas Indonesia (baca : Tehnik Rahasia Malaysia Mengalahkan Timnas Indonesia)

>Pedagang Malaysia Menjual Atribut Timnas Indonesia

>

Kuala Lumpur – Kalau orang Indonesia menjual atribut timnas kesayangannya, sudah tidak aneh lagi. Tapi bagaimana komentar anda jika Malaysia yang menjual atribut Timnas Indonesia yang nyata nyata lawan dan musuh bebuyutannya?

Inilah yang dilakukan Rizal (45), seorang lelaki bertubuh gempal asal Johor, Malaysia. Jelang laga final AFF Suzuki 2010 Cup tiga hari lagi, Rizal malah menjual berbagai atribut Timnas Indonesia.
“Yang jual atribut Malaysia sudah banyak. Atribut Indonesia tidak ada,” ujar Rizal saat berbincang dengan detikcom, Kamis (23/12/2010).
Rizal tidak sendiri berjualan. Dia jualan bersama temannya, Ali yang berasal dari Pulau Pinang. Keduanya berjualan atribut Merah Putih di samping gedung KBRI di Kuala Lumpur.
Rizal mengatakan, atribut-atribut Merah Putih didapatkannya dari penyuplai di Indonesia. Macam-macam atribut dijual Rizal, seperti bendera Merah Putih, kaos timnas, slayer dan ikat kepala bertuliskan ‘Indonesia’, topi, dan horn.
“Atusiasme orang Indonesia cukup tinggi. Saya baru buka tadi jam 11, sudah banyak yang datang beli,” kata Rizal.
Rizal juga mengaku, sebelumnya dia sudah terbiasa menjual atribut-atribut suporter jika ada event-event olah raga. Bagi dia, menjual atribut-atribut Merah Putih tidak ada hubungannya dengan hubungan Indonesia-Malaysia yang sering memanas.
“Saya hanya menjual, mencari nafkah. Tidak ada hubungannya denga isu-isu Indonesia-Malaysia. Lagipun kita bersaudara,” tutur pria berkulit sawo matang ini.
Meski demikian, Rizal mengaku tetap mendukung Malaysia dalam final melawan Indonesia, Minggu 26 Desember 2010 mendatang. Menurutnya, timnas Malaysia saat ini sedang dalam prestasi yang lebih jika dibandingkan dengan sebelumnya.
“Saya tidak ingin mengatakan apa-apa setelah waktu itu Indonesia menaklukkan Malaysia 5-1. Tapi saya tetap mendukung Malaysia,” cetusnya.

>Tehnik Rahasia Malaysia Mengalahkan Timnas Indonesia Terungkap

>

Inilah Tehnik Rahasia yang digunakan para pemain, pelatih dan suporter Malaysia Mengalahkan timnas Indonesia yang berhasil diungkap oleh pengamatan dan pembacaan kasus superteliti oleh komentator asal Brebes.

1. Cederai bagian tubuh Pemain Indonesia agar hilang staminanya di babak kedua.
2. Kacaukan Permainan Timnas Indonesia Terutama Bagian Kiper Dengan Sinar laser, sehingga waktu untuk mencetak gol di babak awal hilang begitu saja.
Alhasil tepat sekali perkiraan pihak Malaysia, Indonesia tidak dapat mencetak gol di babak penuh semangat (babak Pertama), Waktu habis terbuang tanpa gol apapun di babak pertama.
Begitupun dibabak kedua, rencana untuk menghilangkan stamina timnas Indonesia dengan mencederai para pemain timnas pada babak pertama tadi, BERHASIL dengan Mulus tanpa seorangpun tahu, apa maksud pemain malaysia aktif mengumpulkan kartu kuning pada babak pertama, dan tak seorangpun sadar, sinar laser itu ada ketika pertandingan baru beberapa menit berjalan.
Tehnik rahasia para pelatih, pemain dan suporter malaysia ini seharusnya mendapat sangsi sangat tegas. Dan pertandingan akan lebih adil jika babak pertama dianggap diskualifikasi dan diganti babak ketiga untuk mengganti kecurangan pada babak pertama tadi.

Awan Tag