Just another WordPress.com site

Archive for the ‘Kisruh Tanah Air’ Category

>Inilah Isi BlackBerry Messenger (BBM) Denny dengan Istri Gayus

>

Inilah Isi BlackBerry Messenger (BBM) Denny dengan Istri Gayus – Penasihat hukum Gayus Tambunan dan Milana Anggaraeni, Hotma Sitompul, membeberkan sebagian obrolan Denny Indrayana kepada Anggraeni melalui BlackBerry Messenger (BBM). Berikut isi BBM tersebut:

MA (Milana Anggraeni): Tidak perlu menekan saya seperti ini, saya sudah cukup tertekan.
DI (Denny Indrayana): Karenanya saya terus sampaikan ke media jangan Gayus dikorbankan, usut tuntas.
Saya pun ditekan kiri-kanan menghadapi mafia, ancaman-ancaman macam-macam, tidak seberat Gayus mbak dipenjara tapi saya juga hadapi banyak mafia, anak-anak yang tak berdosa itu akan kehilangan ayah mereka yang baik dan pemberani.
DI: please mbak…
DI: tolong mbak….. Pleseeee ceritakan apa yang terjadi? Gayus ke Bali? Bertemu siapa? Betulkan dengan Ical?
DI: Nanti penjara itu menjadi sia-sia kalau kejahatan sebenarnya tidak terbongkar.
DI: Mbak bisa bilang Gayus jujur dimata keluarga dan anak-anak tapi mbak tidak akan bisa menutup fakta dari anak-anak… Pada saatnya mereka akan paham dan tahu, saya heran mbak bisa tenang dalam kebohongan…. Dan berkata ada waktunya.
MA: Karena saya, kami bukan siapa-siapa hanya kami yang dituntut selalu jujur … Jujur…. Jujur,,, berapa koruptor di negara ini, apa semua mendapat tekanan seperti ini.
DI: Kalau mbak tetap bertahan dalam kebohongan, berarti mbak menutup pertolongan Allah.
DI: Berkata jujur itu perlu disegerakan… Menutup kebohongan itu maksiat.
DI: Jangan bicara koruptor lain… Berbuat baiklah untuk diri sendiri.
DI: Mbak stop bicara teori hukum di hadapan saya!
MA: Tidak ada manusia yang luput dari dosa, bukan tugas kita untuk menghakiminya.
DI: Gayus jelas-jelas koruptor.
DI: Tidak ada gunanya saya kasihan pada mbak dan anak-anak.
DI: Semoga saat itu laknat Allah tidak datang.
DI: Anda sedang bermain-main dengan kesabaran Sang Pencipta.
DI: Baik mba.. Saya pamit. Mbak tidak akan saya ganggu-ganggu lagi… Silahkan jalan sendiri.
DI: Anda sendirian… Saya yakin, Allah pun enggan berdekatan dengan orang yang masih menunda-nunda menyampaikan kejujuran.
DI: Tapi sudahlah… Itu sudah pilihan anda…. Menjauhkan diri dari ridhonya, Masya Allah…
DI: Sudah mulai muncul Rani (Milana) harusnya jadi tersangka juga….
Menurut Hotma, percakapan BBM tersebut dilakukan Denny setelah terbongkarnya kasus pelesiran Gayus ke Bali tahun 2010 lalu.
By tribunnews

>Pembuat Paspor Gayus Di Tangkap, Inisial "J"

>

Polri mengamankan satu buronan berinisial J yang diduga terlibat dalam sindikat pembuatan paspor atas nama Sony Laksono untuk Gayus Tambunan. Buronan ini ditangkap di daerah Jakarta Timur. Menurut informasi, “J” ditangkap di rumahnya di kawasan Utan Kayu. J (WNI) adalah teman lama dari tersangka berinisial A (mengambil foto Gayus dengan kamera pribadi untuk paspor). J dan A telah kenal sejak 2007.

“Tadi malam tim penyelidik dari Mabes Polri telah mengamankan seseorang yang sebelumnya menjadi salah satu sasaran penyelidikan,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta 14 Januari 2011.
Sebelumnya, Boy mengatakan ada dua buronan yang terkait pembuatan paspor Gayus. Masing-masing berinisial J. Satu orang warga negara Indonesia dan satu lagi warga negara asing (WNA). “Yang tertangkap yang WNI,” kata dia.
Lantas, apa peranan J yang berkewarganegaraan Indonesia ini dalam pembuatan paspor Gayus tersebut? “Akan dilihat keterkaitannya, karena peran J (WNI) termasuk orang yang memperkenalkan A (tersangka yang mengambil foto Gayus dalam paspor) dengan aktor intelektual pembuatan paspor,” kata dia.
“Penyidik berupaya menggali keterkaitan diantara mereka dan apakah mereka cukup kuat keterlibatannya. Kita menduga mereka satu rangkaian.”
Sampai sejauh ini telah ada dua orang yang diamankan, A dan J (WNI). Sementara itu, kawan lama Gayus, AG yang memperkenalkan Gayus dengan A masih berstatus saksi.
Dengan paspor atas nama Sony laksono, Gayus diduga pergi ke Macau pada tanggal 22 hingga 24 September 2010. Sementara itu, pada tanggal 30 September 2010 hingga 2 Oktober 2010, Gayus diduga pergi ke Kuala Lumpur dan Singapura dengan paspor atas nama Sony Laksono.
Polri sendiri telah menetapkan Gayus sebagai tersangka dalam perkara pemalsuan dokumen paspor identitas palsu tersebut. Gayus diancam Pasal 263 dan 266 KUHP terkait menggunakan dan memalsukan dokumen otentik. (umi)

>Inilah Jatidiri Pencipta Lagu Andai Aku Jadi Gayus Tambunan

>

Siapa sebenarnya pencipta lagu Andai Aku Gayus Tambunan yang kini lagi marak di You Tube? Penciptanya, Bona Paputungan, 32 tahun ini adalah seorang eks narapidana di lembaga pemasyarakatan kelas II A di Kota Gorontalo. Bona meringkuk di terali besi sejak 11 Maret 2010 dan bebas pada 5 Januari 2011.

Selama meringkuk diterali besi sejak 11 Maret 2010 lalu, ia mengaku mendapat perlakuan kasar dari sipir dalam penjara. Wajahnya babak belur akibat dihantam bogem mentah dan pentungan salah seorang petugas. Belum lagi ia harus menjalani ”ritual” hukuman dari sesama penghuni penjara. Berbeda dengan tahanan yang terjerat kasus pidana korupsi, perlakuan mereka lebih baik dari tahanan lainnya.
Kondisi Bona yang babak belur di jeruji itu dituangkan dalam bait-bait lagu.Salah satu yang menarik adalah berjudul ” Kisah aku dan Gayus Tambunan” yang kemudian diganti menjadi Andai Aku Gayus Tambunan.
Lagu itu lebih menceritakan kisah hidupnya sebagai orang yang lemah tak punya apa-apa, lalu mendapat siksa di penjara. Sementara para koruptor yang dipenjara seperti Gayus Tambunan bisa berbuat apa saja hingga bebas keluar masuk dalam penjara dan plesiran ke luar negeri.” Saya merasakan sendiri kalau ternyata hukum itu bisa dibeli,” kata Bona Paputungan dalam percakapannya kepada Tempo.
Plesiran Gayus Tambunan, terdakwa mafia pajak ke Bali dan sejumlah tempat ke luar negeri menurutnya merupakan bobroknya aparat hukum di Indonesia.
Selain lagu tentang dirinya dan Gayus Tambunan, Bona juga membuat lagu dengan judul ” Markus” atau makelar kasus. Lagu itu ia tulis karena ketika diawal ia meringkuk dalam terali besi, ada beberapa orang Jaksa diwilayah itu yang hendak menawarkan jasa dengan iming-iming bisa membebaskannya dari penjara. Tentu dengan bayaran yang tinggi.
” Negeri ini memang sangat lucu. Jaksa menawarkan saya bebas dengan bayaran tinggi padahal saya harus menjalani hukuman beberapa bulan lagi,” ujar Bona.
Lagu yang diciptakan Bona tersebut kini mulai digarap dan dalam tahap pembuatan video klip. Untuk lagu berjudul ”Andai Aku Gayus Tambunan” dan ”Markus”, video klipnya dibuat didalam lembaga pemasyarakatan kelas II A Kota Gorontalo. Sementara delapan lagu sisanya, video klipnya dibuat diluar penjara.
Untuk produksi lagu dialbumnya itu, kata Bona, ia dibantu oleh salah seorang anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari utusan Provinsi Gorontalo, dan seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo yang sempat mendekam dalam penjara karena kasus korupsi.
Bona Paputungan sendiri mendekam karena tersangkut masalah kekerasan dalam rumah tangga. Ia ditahan sejak 11 Maret 2010 dan dibebaskan pada tanggal 5 Januari 2011.

>Paspor Gayus Bukan Keteledoran, Tapi Kebobrokan Terselubung Yang Terencana

>

Staf ahli Kastorius Sinaga menilai kasus paspor Gayus Tambunan atas nama Sony Laksono bukan sebuah keteledoran melainkan sudah terencana. Karena itu, ia menyimpulkan kebobrokan kantor keimigrasian sudah demikian sistemik. “Kerusakan sistemik di kantor imigrasi, itu pasti. Bukan hanya ketidakaturan tapi ini sudah terencana. Bisa dipalsukan sedemikian bukan lagi keteledoran tapi ini sudah terencana dan sistemik,” tandas Kastorius seusai diskusi di Jakarta, Kamis (6/1/2011).

Ia heran pihak imigrasi bisa memanipulasi paspor seorang tersangka yang terseret kasus yang mendapat perhatian publik. Padahal, katanya, imigrasi memiliki intelijen. Sudah Bobrok, terselubung lagi. Lumrahnya barang yang sudah bobrok, mesti dibuang dan jangan dipakai lagi karena akan banyak efek beruntun yang lebih menyengsarakan, INI YANG TIDAK BISA DIBACA PROSEDUR Alias Birokrasi
“Imigrasi kan ada intelijen. Di intelijen, biasanya, dikumpulkan informasi orang per-orang yang tersangkut masalah pidana dan menjadi perhatian publik. Kok bisa keluar paspor palsu atas nama Gayus. Ini sudah sangat terlalu,” ujarnya.
Menurut politisi Partai Demokrat, dugaan manipulasi paspor Gayus merupakan tindak kriminalitas di bidang administrasi keimigrasian. Kastorius curiga kasus dugaan pemalsuan paspor Gayus hanya puncak gunung es dari pemalsuan dokumen di imigrasi.
“Jangan-jangan ini puncak gunung es saja yang terjadi dalam manipulasi dokumen imigrasi bagi para terpidana,” katanya.
Karena itu, ia mengusulkan agar dilakukan perombakan dan reformasi total di kantor otoritas keimigrasian. “Kalau sudah begini, imigrasi harus diperbaiki dan direformasi secara total agar tidak lagi ada kasus yang sama,” pintanya.

>Inilah Isi Lengkap Pledoi /Pembelaan Gayus Tambunan

>

SENIN (3/1/2010) Gayus Halomoan Tambunan membacakan pledoi atau pembelaan di depan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pledoi itu berjudul “Indonesia Bersih… Polisi dan Jaksa Risih… Saya Tersisih…”.

Dalam pledoinya itu Gayus meminta agar majelis hakim membebaskannya dari segala tuntutan jaksa. Padahal sebelumnya Jaksa Penuntut Umum menuntut Gayus Halomoan Tambunan bersalah dan dihukum 20 tahun penjara. Pledoi itu dibacakan di hari yang sama saat informasi tentang dugaan keberangkatannya ke Singapura, Macau dan Kuala Lumpur terkuak.
Berikut Situslakalaka memberikan link langsung untuk mengunduh isi pledoi lengkap Gayus Tambunan yang disarikan dari tribunnews. Pledoi itu berukuran 41 kilobite dan berbentuk format file microsof words.

>Harta Nurdin Diungkap Oleh KPK

>

Ketua Umum PSSI Nurdin Halid kembali menjadi pergunjingan hangat di Tanah Air sejak pergelaran putaran final Piala AFF 2010. Dalam turnamen sepak bola negara-negara Asia Tenggara yang kembali gagal dijuarai Indonesia itu, nama Nurdin sering terdengar dicemooh oleh suporter. Suara-suara suporter meminta Nurdin untuk turun dari jabatan yang diembannya selama bertahun-tahun.

Namun, Nurdin bukanlah orang sembarangan. Meski sering diminta untuk turun, kursi jabatannya tak jua goyah. Banyak pihak menilai sokongan finansial dan politik yang kuatlah yang membuat Nurdin tak urung mampu dijungkalkan. Berapa sebenarnya harta kekayaan Nurdin?
Dari penelurusan di pusat pelaporan harta kekayaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), didapatkan data bahwa mantan anggota Komisi IX dari Fraksi Golkar itu terakhir kali melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 29 April 2002. Ketika itu total harta kekayaan Nurdin menembus angka Rp 8,15 miliar.
Nurdin, dari data yang diakses di pojok antikorupsi gedung KPK tercatat memiliki sembilan petak tanah dan bangunan senilai Rp 6,05 miliar yang berada di Jakarta dan Makassar. Seluruh tanah diakuinya diperoleh dari hasil sendiri.
Di Jakarta, pada 2002 pria kelahiran Bone, 17 November 1958 itu memiliki lahan seluas 388 meter persegi di kawasan Jakarta Selatan. Nilai lahan itu pada 2002 mencapai Rp 401 juta. Sementara di Makassar, dia diketahui memiliki tanah seluas 1.200 meter persegi yang pada tahun itu bernilai Rp 1,27 miliar.
Nurdin juga tercatat memiliki logam mulia seharga Rp 318 juta. Ada juga lahan perkebunan yang nilainya ditaksir mencapai Rp 150 juta. Tak cukup sampai di situ, Nurdin juga memiliki simpanan kekayaan di bank. Simpanannya mencapai Rp 106,7 juta. Dalam data yang terakses itu, Nurdin juga diketahui memiliki utang Rp 270 juta. Dikurangi utang, harta kekayaan tak bergerak Nurdin hingga 2002 mencapai Rp 8.155.227.699.
Untuk kendaraan, Nurdin tercatat memiliki dua Mercedes Benz keluaran tahun 2000 yang pada 2002 dihargai Rp 425 juta dan Rp 551 juta. Ia juga memiliki sebuah Honda Odyssey seharga Rp 179 juta. Namun, kembali harus diingat, rincian harta kekayaan itu beserta taksiran nilai jualnya adalah nilai kekayaan Nurdin pada sembilan tahun silam.
Sedangkan kini, tak ada yang mengetahui berapa sebenarnya harta Nurdin. Pasalnya sejak dirinya menjadi Ketua Umum PSSI, Nurdin tidak mempunyai kewajiban melaporkan LHKPN. Alasannya, banderol penyelenggara dan pejabat negara tak lagi disandangnya.

>Gadis SMA Dipaksa Telanjang, Diinterogasi Sambil Digerayangi

>

Malang sekali gadis SMA yang satu ini, dia mendapatkan pelecehan seksual dari SPK. Berikut artikel lengkapnya dari kompas!
Jajaran Polres Gresik tercoreng oleh ulah seorang anggotanya, Briptu GWK, yang bertugas di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) di Mapolsek Dukun. Polisi muda itu diduga melakukan pelecehan seksual terhadap Maya (nama samaran), gadis berusia 16 tahun yang juga siswi sebuah SMA di Dukun.

Akibat dugaan pelecehan seksual itu, kini Maya menjadi pendiam dan bahkan traumatik apabila berhadapan dengan orang yang tidak dikenalinya. Sementara itu, oknum polisi tersebut kini sedang diperiksa di Mapolres Gresik.
Informasi yang dikumpulkan Surya menyebutkan, kasus ini bermula ketika korban tengah berpacaran dengan kekasihnya di pertigaan Desa Petiyen, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, pada malam akhir pekan lalu. Tiba-tiba keduanya dikagetkan dengan kedatangan anggota kepolisian yang tengah patroli.
Sejoli itu lantas dibawa ke Mapolsek Dukun untuk dimintai keterangan. Semula, pemeriksaan berjalan wajar. Saat Briptu GWK datang, ia langsung meminta Maya untuk melucuti pakaiannya.
Karena diperintah polisi berpakaian seragam, korban takut dan menuruti saja sampai akhirnya ia hanya mengenakan pakaian dalam di hadapan oknum polisi tersebut. Melihat tubuh molek, oknum polisi itu lalu mendekat dan menggerayangi bagian vital tubuh korban.
Puas menggerayangi, oknum petugas itu akhirnya melepaskan kedua remaja tersebut karena tidak memiliki landasan hukum untuk menahan keduanya. Begitu sampai di rumah, korban yang semula periang itu berubah menjadi pendiam. Demikian juga saat di sekolah. Korban selalu menghindar bergaul, terutama dengan teman lelakinya.
Tingkah laku korban ini akhirnya diketahui teman-temannya. Tampaknya karena tidak kuat menahan beban psikologis, korban kemudian menceritakan kasus yang dialaminya. Cerita korban inilah, yang lantas menyebar luas ke masyarakat.
Koordinator Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Gresik, Nur Khosiah, membenarkan adanya kabar tentang kejadian itu. Namun, dia belum menerima laporan secara resmi dan permintaan bantuan pendampingan yang diajukan korban maupun keluarganya.
Secara lisan, mereka (korban) memang sudah menghubungi kami, namun pemberitahuan tertulis belum kami terima. Mereka berjanji datang hari ini (kemarin, Red) ke tempat kami. Jika sudah kami terima, kami akan laporkan kasus ini ke Polres Gresik, kata Nur Khosiah melalui telepon selulernya, Jumat (5/3/2010).
Ketika dihubungi Surya, Kapolres Gresik, AKBP Rinto Djatmono membenarkan, adanya kasus yang menyangkut anggotanya. “Yang bersangkutan sekarang tengah diperiksa Unit P3D (Pelayanan Pengaduan dan Penegakan Disiplin), ujarnya.
Kapolres menambahkan, korban juga diperiksa di unit P2A (Perlindungan Perempuan dan Anak) Satuan Reskrim Polres Gresik, Jumat (5/3) malam.
Meski pemeriksaan terhadap anggotanya belum tuntas, namun mantan Kapolres Nabire, Papua, ini sudah bisa mengungkapkan bahwa kejadian bermula ketika korban dan kekasihnya berpacaran di sebuah jalan di Desa Petiyen, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan. Saat itu, keduanya dipergoki petugas dari Polsek Solokuro yang tengah patroli kawasan di perbatasan Gresik-Lamongan tersebut.
Setelah sempat diperiksa di tempat, akhirnya keduanya diserahkan ke Polsek Dukun karena keduanya tercatat sebagai warga Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik. Tatkala diperiksa di Mapolsek Dukun inilah, ujar kapolres, anggotanya diduga melakukan perbuatan yang melecehkan tersebut.
Kendati Briptu GWK diperiksa, namun yang bersangkutan belum ditahan. Sebab, tahanan yang merupakan sanksi itu, baru dikenakan setelah yang bersangkutan secara resmi dinyatakan bersalah dalam sidang hukuman disiplin (kumplin).
Sidang kumplin baru akan digelar setelah berkas perkaranya selesai,” tambah Rinto Djatmono. Mengenai sanksi terhadap anggotanya itu, kapolres yang alumnus Akpol 1991 itu memastikan ada tindakan tegas, tergantung derajat kesalahannya.
Nanti akan kita lihat hasil pemeriksaan. Sanksi yang dijatuhkan akan didasarkan pada kesalahan yang dibuat, tukas AKBP Rinto Djatmono.

Awan Tag